저희도 소시지 많이 먹거든요~~ㅜㅜ 주의해야죠 진짜 ㅜㅜㅎ
Zat karsinogen tingkat 1 seperti alkohol, rokok, dan partikel halus... "Mengapa begitu longgar?"
Lembaga Penelitian Kanker Internasional (IARC) mengklasifikasikan ratusan jenis makanan sebagai faktor penyebab kanker. Alkohol dan rokok termasuk dalam faktor penyebab kanker tingkat 1 (karsinogenik bagi manusia, grup 1) bersama dengan partikel halus. Grup 2A terdiri dari bahan yang memiliki kemungkinan tinggi menyebabkan kanker (kemungkinan besar), sedangkan grup 2B mencakup lebih dari 300 bahan yang memiliki kemungkinan adanya kaitan (mungkin). Grup 3 adalah bahan yang tidak dapat diklasifikasikan sebagai karsinogenik. Di antara orang-orang yang sangat sensitif terhadap zat penyebab kanker, bahkan jumlah kecil dari bahan tersebut dapat memicu reaksi, dan dalam hal alkohol dan rokok, ada yang bersikap toleran.
Dalam pedoman pencegahan kanker di Eropa maupun di negara kita, ditekankan bahwa tidak ada batas aman (no safe limit) terkait alkohol dalam kaitannya dengan kanker. Tidak ada jumlah konsumsi alkohol yang baik untuk tubuh yang dianggap 'moderat'.
Ham, sosis, bacon... faktor karsinogen tingkat 1 yang meningkatkan risiko kanker usus besar dan lambung
Institut Penelitian Kanker Internasional mengklasifikasikan daging olahan sebagai faktor karsinogen tingkat 1. Termasuk di dalamnya ham, sosis, dan bacon. Laporan dari Dana Riset Kanker Dunia dan Institut Riset Kanker Amerika Serikat (WCRF-AICR) juga menyatakan bahwa konsumsi daging olahan merupakan faktor yang 'meyakinkan' (convincing) dalam meningkatkan risiko kanker usus besar. Konsumsi berlebihan daging olahan juga dilaporkan meningkatkan risiko kanker lambung selain kanker usus besar.
Dalam proses pengolahan dan pengasapan daging, zat karsinogen seperti senyawa N-nitroso, heterosiklik amina, dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAHs) terbentuk. Mengonsumsi zat karsinogen ini secara sering dapat menyebabkan mutasi pada sel normal dan memicu kanker. Terutama, selama proses pengasapan daging, terbentuk benzopyrene yang merupakan karsinogen kuat, yang dapat menyebabkan terbentuknya sel kanker di mukosa lambung dan mempercepat terjadinya kanker lambung. Selain itu, nitrat yang terkandung dalam bahan pengawet, pemanis, dan pewarna dalam makanan olahan diubah oleh bakteri menjadi nitrit, yang kemudian membentuk nitrosamin (N-nitrosoamine) yang merupakan karsinogen kuat dan berperan dalam terjadinya kanker lambung.
Makan ikan air tawar mentah... Hepatitis tipe B dan C juga termasuk faktor karsinogen tingkat 1
Institut Penelitian Kanker Internasional telah menetapkan agen penyebab kanker utama sebagai patogen yang meliputi virus hepatitis B dan C, human papillomavirus (HPV), Helicobacter pylori, cacing hati (Opisthorchis viverrini), dan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Terutama, perlu diingat bahwa sekitar 70% dari penyebab kanker hati disebabkan oleh hepatitis B dan C. Infeksi cacing hati yang berlangsung lama dapat menyebabkan kista pankreas dan kanker saluran empedu (kanker di area kandung empedu). Mengkonsumsi ikan air tawar secara mentah meningkatkan risiko tertular cacing hati. Harus dimasak dengan matang untuk memastikan keamanannya.
Dulu saya pernah merebus daging dan memakannya... harus membatasi memanggang daging sampai terbakar.
Makan daging olahan yang dipanggang langsung meningkatkan risiko terkena kanker. Hal ini disebabkan oleh terbentuknya lebih banyak zat karsinogen seperti hidrokarbon aromatik polisiklik (PAHs) dan benzo[a]pyrene selama proses pembakaran daging atau daging olahan.
Kanker usus besar yang dulunya jarang terjadi kini bersaing untuk menjadi penyebab utama kanker di negara kita, karena kebiasaan makan daging yang dulu sering dilakukan dengan merebusnya telah berkurang. Sup daging yang biasa dikonsumsi saat makan juga menurun. Untuk mencegah kanker usus besar, sebaiknya makan daging dalam bentuk rebusan seperti dulu dan menghindari kebiasaan memanggang daging sampai terlalu matang yang bisa menyebabkan keracunan.