질문이 있어요~ 미세플라스틱이 체내에 들어와 쌓여서 죽기전에 아마미세먼지때문에 죽을 확률이더 높지 않을까요? 유리나 세라믹코팅도 물에 녹는다고 하던데...그것도 체내에 흡수되면 괜찮을까요?
Penggunaan kembali botol air mineral meningkatkan risiko 'kanker ini'... Harus dihindari penggunaannya
Anda sering minum air mineral, bukan?
Saya juga sering minum air mineral~
Orang-orang pasti tahu bahwa botol air mineral sebaiknya tidak digunakan kembali~
Jika menggunakan kembali botol air mineral..
Dikatakan bahwa hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius termasuk kanker dan gangguan perkembangan anak.
Risiko terkena kanker kerongkongan dan kanker pankreas bisa meningkat, jadi sangat menakutkan ㅠㅠ
Jangan gunakan kembali, dan jika Anda minum air mineral, tolong buang saja~
Menggunakan kembali botol air mineral diketahui secara umum tidak higienis karena berisiko terpapar bakteri. Namun, para ilmuwan telah mengungkapkan alasan lain mengapa botol air mineral tidak boleh digunakan kembali. Yaitu, dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti kanker atau gangguan perkembangan anak.
3 hari (waktu setempat) media asing seperti Daily Mail Inggris melaporkan hasil penelitian dari tim peneliti Universitas Pennsylvania yang mengutip tentang risiko penggunaan ulang botol dan wadah plastik.
Tim peneliti menemukan bahwa ketika plastik sekali pakai dipanaskan, nanopartikel plastik dan bahan kimia beracun dilepaskan dan meresap ke dalam makanan dan cairan. Oleh karena itu, plastik sekali pakai dirancang untuk digunakan sekali saja. Produk semacam ini lebih mudah terurai dibandingkan dengan plastik keras seperti tumbler.
Tim peneliti menyatakan bahwa "menggunakan kembali produk plastik sekali pakai dapat menyebabkan paparan styrene dan meningkatkan risiko kanker kerongkongan serta kanker pankreas."
Styrene adalah bahan baku industri kimia organik yang digunakan secara luas untuk memproduksi polistiren, karet sintetis, dan plastik. Dikenal sebagai monomer styrene (SM) atau feniletilena.
Profesor Shelley Mason dari Universitas Negeri Pennsylvania membandingkan efek ini dengan cara manusia mengelupaskan sel kulit mereka. Profesor Shelley mengatakan, "Produk plastik terus-menerus melepaskan partikel kecil," dan "ini mirip dengan sel kulit manusia yang terus-menerus mengelupas."
Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), plastik mengandung rata-rata 16.000 bahan kimia. Di antaranya, diketahui bahwa 4.200 bahan termasuk dalam kategori bahan berisiko tinggi.
Profesor Sheri mengatakan, "Orang biasa akan menghindari plastik yang terlihat saat melihat botol air mineral," dan menambahkan, "Namun masalah terbesar adalah plastik yang tidak terlihat."
Nanoplastik berukuran sangat kecil sehingga dapat melewati saluran pencernaan dan masuk ke dalam darah, hati, dan otak manusia. Partikel ini dapat menembus membran sel dan masuk ke dalam aliran darah.
Profesor Sheri memperingatkan, "Baik minuman maupun makanan, penggunaan kembali plastik dapat berpotensi mempengaruhi kesehatan kita."
Hubungan pasti antara konsumsi nanopartikel dan kanker belum terungkap.
Namun, ketika partikel menumpuk di jaringan tubuh manusia, hal itu dapat meningkatkan toksisitas kimiawi dan menyebabkan masalah kesehatan serius termasuk kanker atau gangguan perkembangan anak.
Menurut penelitian dari Universitas Columbia di Amerika Serikat, satu botol air plastik rata-rata mengandung sekitar 240.000 partikel nano plastik. Oleh karena itu, para ahli berpendapat bahwa lebih baik menggunakan wadah kaca atau keramik daripada plastik.
<Asal dari Dong-A Ilbo>