저는 탄수 줄이는건 하겠는데 지방 줄이는게 힘드네요 치즈랑 삼겹살을 너무 좋아함 ㅠㅠ 탄수만 신경써야 하는게 아니군요
Karbohidrat adalah nutrisi yang secara langsung meningkatkan kadar gula darah. Penderita diabetes biasanya mengatur asupan karbohidrat mereka untuk mencegah lonjakan gula darah yang cepat. Rasio protein dan lemak juga perlu dipertimbangkan, bersama dengan karbohidrat. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa nutrisi yang memicu sekresi insulin bervariasi dari orang ke orang.
1. Setiap orang memiliki respons insulin yang berbeda terhadap setiap nutrisi.
2. Rencanakan makanan Anda dengan tepat dan pantau kadar gula darah Anda secara teratur.
Sekresi insulin bervariasi tergantung pada nutrisi yang dikonsumsi.
Sebuah tim peneliti dari Universitas British Columbia di Kanada menganalisis pulau-pulau pankreas dari 140 donor jenazah, termasuk mereka yang menderita diabetes. Pulau-pulau pankreas adalah organ endokrin yang padat dengan berbagai sel endokrin, termasuk sel beta penghasil insulin. Tim peneliti memaparkan pulau-pulau tersebut pada karbohidrat, protein, dan lemak, dan mengukur respons insulinnya.
Analisis menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar sel pulau pankreas merespons paling kuat terhadap karbohidrat, 9% merespons lebih kuat terhadap protein, dan 8% terhadap lemak. Meskipun protein dan lemak tidak meningkatkan kadar gula darah sebanyak karbohidrat, keduanya berkontribusi pada resistensi insulin dalam jangka panjang, sehingga membuat insulin kurang efektif dalam tubuh.
Sebuah studi tentang "Respons Glikemik Berdasarkan Komposisi Makronutrien dalam Makanan dan Olahan" juga menemukan bahwa selain karbohidrat, kandungan protein, lemak, dan serat makanan juga memengaruhi respons glikemik. Ini berarti bahwa respons glikemik dapat bervariasi tidak hanya bergantung pada menu makanan dan komposisi nutrisi, tetapi juga pada respons sekresi insulin dari setiap nutrisi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami respons dan alur glikemik berdasarkan faktor-faktor ini.
Sebaiknya bandingkan kadar gula darah Anda sebelum dan sesudah makan.
Karena kemampuan setiap orang untuk mencerna dan memecah makanan berbeda-beda, kadar gula darah dan sekresi insulin dapat bervariasi tergantung pada nutrisi individu. Untuk menentukan perbedaan sekresi insulin di antara pasien diabetes berdasarkan nutrisi yang berbeda, kadar gula darah setelah makan harus dipantau secara individual. Profesor Lee Min-kyung dari Departemen Endokrinologi di Rumah Sakit Myongji menjelaskan, "Pemantauan kadar gula darah secara teratur menggunakan monitor glukosa kontinu atau pemantauan mandiri dapat memberikan wawasan tertentu."
Meskipun agak merepotkan, periksa kadar gula darah Anda sebelum dan sesudah mengonsumsi karbohidrat, protein, dan makanan berlemak. Konsumsilah setiap makanan dalam jumlah yang sama. Berdasarkan pengukuran gula darah Anda, rencanakan makanan yang akan membantu menstabilkan kadar gula darah setelah makan. Makanan yang menghasilkan fluktuasi terbesar dalam kadar gula darah sering dianggap sebagai nutrisi dengan respons insulin tertinggi.
Membutuhkan diet yang disesuaikan
Hasil penelitian di atas menunjukkan perlunya diet yang dipersonalisasi untuk setiap pasien diabetes. Pengobatan diabetes saat ini berfokus pada perawatan individual yang berpusat pada pasien. Menurut Pedoman Pengobatan Diabetes 2023 dari Asosiasi Diabetes Korea untuk Terapi Nutrisi Medis, "Tidak ada rasio ideal asupan karbohidrat, protein, dan lemak yang secara konsisten memberikan manfaat bagi semua pasien diabetes. Kami merekomendasikan individualisasi diet berdasarkan penilaian menyeluruh terhadap kondisi medis pasien, tujuan metabolisme, dan preferensi."
Lim Bo-kyung, seorang ahli gizi klinis di Rumah Sakit Bucheon St. Mary, mengatakan, "Disarankan untuk memberikan diet individual untuk setiap pasien, dengan mempertimbangkan berbagai pola dan preferensi gaya hidup yang memengaruhi kadar gula darah, berbagai obat yang dikonsumsi, dan tipe tubuh seperti obesitas."
Panduan Diet Khusus untuk Penderita Diabetes
Untuk membuat diet yang dipersonalisasi, sebaiknya berkonsultasi dengan ahli gizi klinis profesional atau tenaga medis untuk merencanakan rencana makan yang sesuai dan individual. Dengan bantuan ahli gizi klinis Lim Bo-kyung, kami mengeksplorasi rencana makan yang dipersonalisasi. Pertama, buatlah catatan harian makanan untuk setiap makan. Kumpulkan informasi tentang apa yang Anda makan dan berapa banyak yang Anda makan untuk memahami hubungan antara komposisi makanan dan kadar gula darah. Identifikasi nutrisi yang menyumbang proporsi terbesar dari makanan yang menghasilkan kadar gula darah tinggi setelah makan, lalu rancang rencana makan yang dipersonalisasi yang mempertimbangkan respons insulin dari nutrisi tersebut. Tentukan rasio asupan yang tepat untuk mencegah hipoglikemia dan menjaga status gizi. Berikut adalah contoh rasio nutrisi yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan dan Asosiasi Diabetes Korea.