Usus kita bergantung pada keseimbangan bakteri yang beragam dan sehat untuk mencerna makanan serta mencegah infeksi dan peradangan. Kesehatan usus juga memengaruhi kesehatan mental, berat badan, kadar gula darah, dan fungsi hati.
Makanan prebiotik seperti biji-bijian utuh, sayuran, bawang bombai, bawang putih, dan kedelai berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik di usus. Di sisi lain, beberapa makanan dapat mengganggu keseimbangan bakteri usus atau bahkan membunuh bakteri baik, sehingga membahayakan kesehatan usus. Web MD, sebuah media kesehatan dan medis AS, telah menyusun daftar makanan terbaik dan terburuk untuk kesehatan usus.
|Makanan Terbaik|
makanan fermentasi
Fermentasi adalah metode pengawetan makanan menggunakan bakteri dan ragi. Makanan fermentasi seperti yogurt, kefir, kimchi, dan sauerkraut mengandung bakteri asam laktat. Bakteri ini merupakan sumber bakteri bermanfaat yang sangat baik.
pisang
Pisang menyediakan inulin bagi usus Anda, yaitu sejenis serat yang membantu pertumbuhan bakteri baik.
Sayuran berdaun hijau = Kaya akan serat dan karbohidrat khusus yang membantu bakteri usus.
Biji-bijian Utuh = Tubuh kita tidak dapat memecah serat sendiri. Ketika serat mencapai usus besar, bakteri usus akan memfermentasinya. Proses ini menghasilkan asam yang memberi nutrisi pada sel-sel usus dan membantu melindungi usus dari bakteri berbahaya.
poliferol
Polifenol, sejenis senyawa tumbuhan, melindungi sel dari kerusakan sekaligus melawan peradangan dan infeksi. Makanan berwarna-warni seperti teh dan anggur merah kaya akan polifenol. Polifenol dalam teh hijau membantu melawan bakteri jahat seperti E. coli dan meredakan gejala penyakit radang usus dan tukak lambung. Polifenol juga dapat mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus.
|Makanan Terburuk|
daging merah
Daging merah dapat memicu pertumbuhan bakteri usus yang menyumbat arteri. Sebaiknya batasi konsumsi daging merah dan gantilah dengan protein tanpa lemak seperti ikan atau protein nabati seperti kacang-kacangan dan tahu. Jika Anda tidak dapat sepenuhnya berhenti mengonsumsi daging merah seperti sapi, babi, dan domba, sebaiknya konsumsi daging tanpa lemak.
Makanan Gorengan = Sebuah penelitian pada tikus menemukan bahwa minyak panas dalam makanan gorengan dapat merusak bakteri baik dalam usus.
Makanan yang mengandung antibiotik
Antibiotik membunuh bakteri baik dan bakteri jahat karena antibiotik tidak dapat membedakan keduanya. Petani sering mengobati hewan ternak dengan antibiotik untuk mencegah infeksi. Mengonsumsi produk hewani ini dapat membunuh bakteri baik di usus. Selain itu, beberapa bakteri mengembangkan resistensi antibiotik seiring waktu, sehingga menjadi tidak efektif terhadap obat-obatan, menciptakan bakteri super yang sulit dibunuh.
alkohol
Mengonsumsi terlalu banyak alkohol dapat mengganggu keseimbangan bakteri usus dan mendorong pertumbuhan bakteri berbahaya. Moderasi adalah kunci dalam hal konsumsi alkohol.
kafein
Mengonsumsi terlalu banyak kafein, seperti kopi, soda, atau bahkan cokelat, dapat meningkatkan jumlah kafein dalam tubuh dan menyebabkannya memenuhi usus. Hal ini dapat merangsang sistem pencernaan secara berlebihan, yang seringkali menyebabkan diare.
=============
Saya sangat menyukai kopi.
Apakah itu terpilih sebagai makanan terburuk?
Saat ini saya berhasil minum satu gelas sehari.
Anda bisa makan pisang dengan mudah.
Angin dingin bertiup akhir-akhir ini, jadi saya sedikit kurang khawatir tentang lalat.