상대방의 이야기를 듣고 존중하며 이래 하려는 마음도 필요한것 같아요
Saya pikir kata-kata saya membantu... 3 kesalahan yang menyakitimu dari pasangan
Setiap orang ingin percaya bahwa mereka adalah pasangan yang baik. Namun terkadang, tanpa disadari, mereka mungkin melakukan tindakan yang menyakiti perasaan pasangan mereka.
Seiring berjalannya waktu, hubungan yang tampaknya tidak memiliki masalah dari luar dapat secara perlahan melemahkan kepercayaan dan ikatan. Kita akan mempelajari tindakan yang tidak disengaja dapat menyakiti pasangan dan cara memperbaikinya, berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh media psikologi profesional Amerika, 'Psychology Today'.
1. Mengabaikan perasaan lawan
Salah satu kesalahan umum dalam hubungan adalah mengabaikan perasaan pasangan. Tidak hanya dengan secara aktif mengabaikan perasaan tersebut. Ketika pasangan menunjukkan perasaan tertentu, menganggapnya berlebihan dengan mengatakan "tenanglah" atau meremehkan perasaan tersebut sebagai "bukan apa-apa" atau "kamu terlalu sensitif" juga merupakan tindakan halus yang sama.
Jika kita melewatkan perasaan lawan dengan menganggapnya sepele, lawan akan merasa bahwa kata-katanya diabaikan atau tidak dianggap penting. Kemudian, mereka bisa merasa tidak adil dan menjadi enggan untuk berkomunikasi. Jika hal ini terjadi berulang kali, lawan akan merasa bahwa membagikan perasaan sejatinya tidak lagi aman. Akhirnya, mereka akan semakin tidak mengekspresikan perasaan mereka dan menekannya, mungkin juga mencari orang lain yang bisa memahami perasaan mereka. Dengan begitu, kedua orang tersebut akan semakin menjauh.
Cara mengatasi = Berlatih mendengarkan secara aktif dan mengekspresikan empati terhadap ucapan lawan bicara. Ketika lawan mengungkapkan perasaannya, akui perasaan tersebut, terlepas dari apakah Anda merasa empati atau tidak. Penting untuk menunjukkan bahwa Anda menghormati perasaan mereka, bahkan jika Anda tidak sepenuhnya memahami sudut pandang mereka. Yang penting bukan menyelesaikan masalah di tempat, tetapi hadir secara emosional dan mendukung mereka.
2. Menempatkan diri sendiri sebagai pusat dari semua percakapan
Ada orang yang selalu mengalihkan pembicaraan ke cerita mereka sendiri setiap kali berbicara. Entah disengaja atau tidak, tindakan seperti ini membuat kebutuhan dan minat lawan bicara tertinggal. Akibatnya, lawan bicara merasa bahwa pikiran dan perasaannya tidak begitu penting.
Misalnya, jika pasangan menceritakan tentang stres yang dialami di tempat kerja, maka langsung ikut terlibat dan menceritakan pengalaman yang dialami di perusahaan. Jika hal ini terjadi berulang kali, lawan bicara bisa merasa kesepian dan frustrasi. Karena hubungan tidak saling memberikan dukungan emosional, melainkan berputar hanya di sekitar satu orang.
Cara mengatasi = Berusaha secara sadar untuk menyeimbangkan percakapan. Menahan dorongan untuk segera menceritakan cerita sendiri saat lawan bicara berbicara. Mengajukan pertanyaan, mengekspresikan empati, dan membiarkan lawan bicara cukup mengeksplorasi pikiran dan perasaannya sebelum menceritakan cerita sendiri. Dengan cara ini, pasangan akan merasa bahwa kata-kata dan pengalaman mereka dihargai dan bahwa ada ketertarikan yang tulus. Hal ini akan menciptakan hubungan saling menghormati antara kedua orang.
3. Terus-menerus membahas masalah lama
Setiap kali berdebat dengan mengungkit keluhan masa lalu, tindakan ini juga berdampak buruk pada hubungan. Tindakan seperti ini mencegah hubungan berkembang dan membuatnya terjebak dalam lingkaran setan kemarahan dan konflik yang belum terselesaikan. Mengungkit masalah lama terus-menerus memberi pesan bahwa kita belum benar-benar memaafkan pasangan. Jika demikian, kepercayaan akan rusak, dan kita menjadi terlalu cemas dan berusaha keras agar tidak melakukan kesalahan karena takut dipermasalahkan lagi.
Solusi = lupakan masa lalu dan fokus pada saat ini. Jika masalah sudah diselesaikan, sebaiknya tidak membahas lagi masalah tersebut setiap kali terjadi konflik pendapat. Bukan hanya mengedepankan emosi, tetapi kedua belah pihak harus menyelesaikan masalah dengan cara yang dapat menyembuhkan luka dan memungkinkan pertumbuhan. Jika sulit melupakan luka masa lalu, mempertimbangkan untuk mendapatkan terapi atau konseling juga bisa menjadi pilihan. Pengampunan bukanlah sekadar memaafkan dan melewatkan kesalahan, tetapi membebaskan kedua orang dari rantai penderitaan masa lalu.
=============
- Mengabaikan perasaan lawan bicara
- Menempatkan diri sendiri di pusat semua percakapan
-
Selalu mengangkat masalah lama
Hal-hal yang sudah kita ketahui seringkali menjadi kata-kata yang menyakitkan bagi orang lain. Tetapi, hal-hal ini tidak hanya menyakiti pasangan kita, tetapi juga orang lain. Kata-kata! Kata-kata! Kata-kata! Perlu lebih berhati-hati dalam berkata dan berbuat agar tidak menyakiti orang lain.