맞아요 아프면 주변사람들 이야기 듣지말구 먼저 병원에 가는게 최고인것 같아요
Kenapa saya merasa pusing padahal bukan karena kadar gula darah rendah? Ada alasan tak terduga di baliknya
Pasien diabetes pasti sangat peka terhadap perubahan kadar gula darah dan gejala yang muncul akibatnya. Jika sering merasa pusing dan mual, itu mungkin bukan hanya masalah kondisi sederhana. Mengabaikannya tanpa perhatian bisa menyebabkan kehilangan tanda-tanda komplikasi, jadi jangan lengah.
Ringkasan dua baris dari surat diabetes hari ini
Alasan merasa pusing dan mual terbagi menjadi dua, yaitu ketika disebabkan oleh diabetes dan ketika tidak.
Jika gejala berulang, kunjungi rumah sakit untuk pemeriksaan yang tepat dan kelola kebiasaan hidup dengan ketat!
Perubahan kadar gula darah adalah penyebab utama
Alasan mengapa pasien diabetes mengalami pusing dan mual terbagi menjadi dua kategori utama: yang disebabkan oleh diabetes dan yang tidak. Penyebab utama yang terkait dengan diabetes adalah kadar gula darah. Baik kadar gula darah rendah maupun tinggi dapat menyebabkan pusing. Ketika kadar gula darah turun di bawah 70, pasokan glukosa ke otak berkurang, yang dapat menyebabkan pusing dan mual. Sebaliknya, saat kadar gula darah tinggi, juga dapat disertai dengan rasa lelah, pusing, dan mual. Jika kadar gula darah tinggi yang parah (gula darah pasca makan di atas 300) berlangsung terus-menerus, terjadi asidosis metabolik yang menyebabkan darah menjadi terlalu asam, yang dapat menimbulkan kelelahan, pusing, dan mual.
Pengaruh penyakit lain juga dapat mempengaruhi
Jika kadar gula darah normal tetapi pusing atau mual terus berlanjut, perlu dicurigai adanya komplikasi diabetes. Profesor Won Young-jun dari Departemen Endokrinologi di Rumah Sakit Internasional St. Mary, Universitas Catholic Kwandong, mengatakan, "Diabetes mellitus berdampak buruk pada sirkulasi darah secara luas, dan jika menyebabkan penyakit pembuluh darah otak iskemik, gejala seperti pusing dan mual dapat muncul." Jika sistem saraf otonom rusak akibat diabetes, juga akan melemahkan sensasi keseimbangan dan menyebabkan gejala seperti ini. Selain itu, gejala tersebut juga bisa disebabkan oleh anemia, benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), atau kondisi lain yang tidak terkait dengan diabetes.
Jika gejala berulang, harus menjalani pemeriksaan
Karena penyebabnya beragam, penanganan yang tepat sangat penting. Profesor Won Young-jun mengatakan, "Jika gejala pusing dan mual terus berulang, Anda harus datang ke rumah sakit untuk mencari penyebabnya," dan menambahkan, "Proses mengurangi faktor pencurigai secara bertahap melalui pemeriksaan kondisi dasar, keberadaan komplikasi, dan pengawasan obat yang sedang dikonsumsi sangat diperlukan." Terutama, jika disertai gejala seperti ▲muntah ▲kesulitan berbicara (gangguan pengucapan) ▲kelumpuhan ▲gangguan penglihatan ▲nyeri dada hebat ▲sesak napas, harus segera ke rumah sakit. Di rumah sakit, dilakukan pemeriksaan seperti ▲tes sistem saraf otonom ▲tes neuropati ▲ultrasonografi arteri karotis/jantung ▲tes aliran darah jantung (koroner angiografi) ▲tes aliran darah otak (MRA pembuluh darah otak) untuk mendiagnosis penyebabnya.
Pengelolaan sehari-hari juga tidak boleh diabaikan. Profesor Won Young-jun mengatakan, "Jika penyebab vertigo yang tepat telah diketahui, harus diiringi dengan kebiasaan hidup sehat yang dapat meredakan gejala," dan "melakukan olahraga atau aktivitas fisik secara teratur sesuai kondisi tubuh, menjaga pola makan seimbang untuk mengelola kadar gula darah, dan secara berkala memeriksa penyakit bawaan."
--------------------------------
Bukan hanya berlaku untuk penderita diabetes, tetapi juga bagi mereka yang berpikir bahwa mereka sehat biasanya.
Jika Anda merasa pusing, mual berulang, dan merasakan nyeri, jangan menilai sendiri dan segera kunjungi rumah sakit terdekat.
Kunjungi kami~ Jangan pernah terlalu percaya diri dengan kesehatan Anda