조금씩 조금씩 내몸에 맞는 것들을 찾아가는게 너무 좋네요
Gejala berulang sindrom iritasi usus besar bahkan dapat menyebabkan tekanan psikologis.
Saya mulai mengalami gejala sindrom iritasi usus besar dengan ketidaknyamanan perut yang berulang.
Dengan meneliti gaya hidup dan kebiasaan makan saya, saya dapat memahami alur gejala sindrom iritasi usus besar yang saya alami.
Saat ini saya mengelola gejala IBS saya dengan manajemen prediktif.
Awalnya, saya sering merasa kembung.
Meskipun saya merasa mual setelah makan, saya tidak terlalu memikirkannya karena lama-kelamaan membaik.
Namun karena situasi serupa terus berulang, saya mulai khawatir tentang kondisi perut saya sebelum keluar rumah.
Terutama pada hari-hari ketika saya memiliki janji penting, saya akan merasa gugup dan gejala IBS saya akan menjadi lebih parah.
Saya mengalami episode diare dan perut kembung secara bergantian.
Kondisi harian saya berubah total tergantung pada keadaan usus saya, dan ada banyak hari di mana saya harus menyesuaikan jadwal saya karena sinyal yang tiba-tiba muncul.
Seiring bertambahnya situasi-situasi ini, beban psikologis meningkat dan tentu saja ruang lingkup aktivitas saya pun menyempit.
Saya menjalani pemeriksaan di rumah sakit dan diberitahu bahwa tidak ada masalah serius.
Setelah itu, saya diberi tahu bahwa itu adalah gejala sindrom iritasi usus besar, dan saya terkesan bahwa penanganan lebih penting daripada penyembuhan.
Sejak saat itu, alih-alih hanya menanggungnya, saya memutuskan untuk mencoba mencari tahu penyebabnya satu per satu.
Sejak saya mulai membuat jurnal makanan, saya mengurangi makanan pedas dan kafein.
Perubahan ini saja sudah secara signifikan mengurangi gejala IBS saya, dan saya bisa merasakan dampak dari makanan tersebut.
Saya juga menemukan bahwa pada hari-hari ketika saya sangat stres, saya pasti mengalami gejala sindrom iritasi usus besar.
Sekarang saya bisa mengantisipasi ritme tubuh saya sebelumnya.
Jika Anda merasakan tanda-tanda ketidaknyamanan, sesuaikan jumlah dan jadwal makan Anda untuk mengatasi gejala sindrom iritasi usus besar.
Memberikan respons seperti ini telah membuat kehidupan sehari-hari saya jauh lebih stabil.
Pengalaman ini membantu saya memahami bagaimana tubuh saya bereaksi.
Semakin saya mengabaikan gejala sindrom iritasi usus besar, semakin tidak nyaman gejala tersebut.