logo

Nyeri Dada: Membedakan Antara Penyakit Gastroesofageal dan Penyakit Kardiovaskular

Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) merujuk pada kondisi di mana asam lambung atau isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Hal ini dapat terjadi terutama ketika sfingter esofagus bagian bawah, yang mengencangkan ruang antara lambung dan kerongkongan, melemah, makanan tetap berada di lambung terlalu lama, atau motilitas esofagus menurun. Ketika hal ini merusak mukosa esofagus, disebut esofagitis refluks. 😟

 

1. Apa saja gejalanya? 🤔

 

Gejala yang paling umum adalah rasa panas di dada dan refluks asam. 🔥 Namun, gejala lain mungkin termasuk perasaan seperti ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan, batuk kronis, suara serak, dan sesak atau nyeri dada. Gejala cenderung memburuk saat berbaring, dan nyeri dada dapat disalahartikan sebagai penyakit jantung, jadi perlu berhati-hati. Bahkan, kedua kondisi ini memiliki distribusi saraf yang serupa, sehingga sulit dibedakan hanya berdasarkan gejala saja. Namun, nyeri yang disebabkan oleh esofagitis refluks dapat diredakan sementara dengan minum air, yang mengencerkan atau membersihkan asam lambung. 💧

 

2. Tips Perawatan dan Pencegahan Harian ✨

 

Meskipun pengobatan penting untuk penyakit refluks gastroesofageal, perubahan gaya hidup sangatlah penting.

 

Kebiasaan makan Hindari makan berlebihan dan makanlah perlahan. 🍔 Sebaiknya hindari makan 2-3 jam sebelum tidur. Kurangi konsumsi alkohol, minuman berkarbonasi, kopi, makanan berlemak, dan makanan instan, karena dapat memperburuk gejala.

●Detail Hindari berbaring atau tengkurap segera setelah makan. 🛌 Menjaga posisi tubuh bagian atas sedikit terangkat sekitar 15 derajat saat tidur dapat membantu mengurangi refluks. Hindari mengenakan pakaian ketat atau ikat pinggang yang menekan perut.

●Pengelolaan berat badan Obesitas perut merupakan penyebab utama refluks, yang meningkatkan tekanan perut. Menjaga berat badan yang sehat sangat penting.

Latihan Olahraga ringan seperti berjalan kaki dapat membantu, tetapi hindari latihan kekuatan yang berat atau jogging intensif yang meningkatkan tekanan pada perut. 🏃‍♀️

●Dilarang merokok Disarankan untuk berhenti merokok karena merokok menurunkan tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah. 🚭

0
0
komentar 0