logo

Mengelupas Kulit Tumit… Direndam dalam Air atau Dikeringkan Secara Menyeluruh?

Mengelupas Kulit Tumit… Direndam dalam Air atau Dikeringkan Secara Menyeluruh?

 

 

Kapalan pada tumit tidak sedap dipandang dan merepotkan untuk aktivitas sehari-hari.

Orang biasanya menghaluskan tumit mereka dengan melakukan eksfoliasi, tetapi bagaimana cara yang benar untuk menghilangkan sel kulit mati?

 

Kondisi di mana tumit menebal dengan kapalan dan pecah-pecah seperti sawah kering disebut 'keratosis tumit'.

Hal ini terjadi ketika kulit di telapak kaki tertekan dan teriritasi setiap kali Anda berjalan, atau karena kurangnya kelembapan.

 

Ketika rangsangan fisik yang intens terus berlanjut, tubuh manusia secara alami membentuk stratum corneum untuk melindungi kulit.

Jika hal ini diulangi, stratum korneum akan menebal, membentuk kapalan dan menyebabkan keratosis tumit.

Jika kekeringan menjadi parah, kapalan akhirnya mulai retak, dan infeksi bakteri dapat terjadi di celah-celah tumit.


 

Kebanyakan orang mencoba mengatasi masalah ini dengan mengangkat sel-sel kulit mati.

Hal ini karena bantalan pengelupas khusus digosokkan ke area kulit mati.

Ini adalah metode yang cukup efektif, tetapi ada beberapa tindakan pencegahan yang perlu dilakukan.

Jangan gunakan alat penggosok pada tumit yang telah direndam dalam air.

Sel hidup dapat terjerat dengan sel mati dan terlepas.

 

Gosokkan alat penggosok secara perlahan pada tumit yang kering untuk mengangkat sel kulit mati.

Setelah proses pengangkatan selesai, oleskan krim kaki yang mengandung disinfektan dan pelembap.

Menggosokkan kulit buah jeruk seperti jeruk atau mandarin, atau ampas sisa teh yuzu, pada kaki juga bermanfaat.

Komponen AHA (Alpha Hydroxy Acid) dalam kulit buah mengangkat lapisan stratum korneum kulit dan juga memiliki efek melembapkan.

 

Kuncinya adalah menjaga tumit Anda tetap lembap sebisa mungkin.

 

Saya sering mengoleskan kembali krim pelembap.

 

Jika kaki terlalu kering, bungkus kaki yang sudah diolesi krim dengan plastik wrap dan diamkan selama sekitar 10 hingga 20 menit.

Selain itu, merendam kaki dalam air hangat sesekali juga bermanfaat. Suhu air sebaiknya sekitar 38 hingga 40°C, sedikit lebih tinggi dari suhu tubuh.

Jika Anda tidak memiliki alat penggosok di rumah, setelah kaki Anda melunak dalam air hangat,

Anda bisa menggosokkan scrub secara perlahan untuk mengangkat sel-sel kulit mati.

 

Jika keratosisnya parah dan sulit ditangani di rumah, Anda harus mengunjungi dokter kulit.

Anda bisa diresepkan obat yang mengandung agen keratolitik.

Jika kapalan yang menebal menekan kulit dan menyebabkan rasa sakit, ada juga metode untuk menghilangkannya menggunakan perawatan laser.

 

 

Selain itu, penting juga untuk mengikuti langkah-langkah pencegahan.

Untuk mengurangi iritasi fisik pada tumit, jangan memakai sepatu hak tinggi.

 

Lindungi tumit Anda dengan mengenakan kaus kaki, penutup kaki, dan lain sebagainya.

 

Setelah beraktivitas di luar ruangan, cuci kaki Anda hingga bersih dan oleskan banyak krim atau losion kaki untuk menutrisi tumit Anda.

Krim atau losion kaki mengandung lebih banyak bahan pelembap daripada losion atau krim biasa, dan

Produk ini mengandung zat keratolitik.

 

[Sumber: Health Chosun]

1
0
komentar 0