귀리 통밀 늘 먹고있늡니다
Tekanan darah tinggi seringkali tidak memiliki gejala yang jelas, sehingga banyak orang hidup dengan kondisi ini tanpa menyadarinya. Namun, jika tidak diobati, dapat menyebabkan konsekuensi serius, seperti serangan jantung atau stroke. Menurut Daily Express, sebuah media asing, Victoria Taylor, ahli diet senior di British Heart Foundation, mengungkapkan rutinitas sarapan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.
“Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, salah satu alat yang dapat Anda gunakan untuk mengendalikannya adalah diet,” katanya, menyarankan untuk mengganti roti putih dengan roti panggang gandum utuh saat Anda memakannya di pagi hari.
Victoria Taylor mengatakan, "Nasi merah, gandum utuh, dan oat mengandung lebih banyak nutrisi dan serat daripada karbohidrat olahan bertepung seperti roti putih, pasta, dan nasi." Dia menambahkan, "Asupan serat yang tinggi membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan peredaran darah." Untuk sarapan kedua, dia merekomendasikan produk susu rendah lemak, seperti yogurt alami rendah lemak. "Produk susu kaya akan kalsium, yang membantu menurunkan tekanan darah," tambahnya.
Ia juga menyarankan untuk mengonsumsi banyak buah dan sayuran serta memastikan asupan protein yang cukup. Ia juga menyarankan untuk menghindari makanan asin atau manis, alkohol, dan asupan kafein yang berlebihan. Mari kita lihat lebih dekat efek dari diet sarapan yang direkomendasikannya.
◇Oat atau gandum utuh
Oat dan gandum utuh adalah contoh biji-bijian yang tidak diolah. Keduanya mengandung kalium dan serat makanan yang lebih tinggi daripada beras putih atau gandum. Biji-bijian utuh memiliki efek menurunkan tekanan darah. Oat, khususnya, kaya akan asam lemak tak jenuh dan beta-glukan, serat makanan larut, yang efektif dalam menurunkan tekanan darah dan kolesterol darah. Gandum utuh juga memiliki indeks glikemik rendah, menjadikannya pilihan yang baik untuk diet. Roti gandum utuh juga mengandung lebih sedikit natrium daripada roti lainnya.
◇Produk susu rendah lemak
Produk susu mengandung berbagai nutrisi mikro, seperti kalsium, magnesium, dan kalium, yang membantu mengatur tekanan darah. Bahkan, sebuah tim peneliti di Universitas Maine menemukan bahwa mengonsumsi yogurt membantu menurunkan tekanan darah pada pasien lanjut usia dengan hipertensi. Yogurt Yunani, khususnya, kaya akan protein dan lemak, yang dicerna lebih lambat daripada makanan kaya karbohidrat. Ini membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengontrol asupan makanan. Sebuah studi Universitas Harvard menemukan bahwa diet tinggi protein, termasuk yogurt Yunani, menunjukkan kadar lemak tubuh yang lebih rendah dibandingkan dengan diet rendah protein.
◇Hindari makanan asin dan alkohol
Sering mengonsumsi makanan asin dapat meningkatkan tekanan darah karena asupan natrium. Ketika konsentrasi natrium dalam darah meningkat, tekanan osmotik menyebabkan air seluler bocor ke aliran darah, meningkatkan volume darah dan menaikkan tekanan darah. Asupan natrium yang berlebihan juga meningkatkan risiko obesitas. Bahkan, sebuah studi oleh tim Dr. Graham McGregor di Queen Mary University of London di Inggris menemukan bahwa peningkatan asupan garam sebesar 1g meningkatkan kemungkinan penambahan berat badan lebih dari 20%. Karena natrium mengikat lemak, hal itu mempersulit penurunan lemak tubuh. Alkohol juga merupakan penyebab utama tekanan darah tinggi. Perhimpunan Hipertensi Korea juga merekomendasikan untuk menghindari alkohol bagi pasien hipertensi. Konsumsi alkohol berlebihan meningkatkan tekanan darah, meningkatkan risiko stroke, dan meningkatkan resistensi terhadap obat antihipertensi.
=============
Biji gandum utuh adalah pemandangan yang umum saat ini.
Paro dan Kyamut juga termasuk di sini.
Oatmeal itu enak dan gurih.
Makanan asin adalah yang terburuk untuk tekanan darah.
Ini adalah salah satu hal yang harus Anda waspadai.