식사 속도 빠른편 아니었는데 코로나 시국때 빨리 먹고 마스크 쓰려고 허겁지겁 먹던게 버릇이 되어버려 지금까지 빨리 먹네요 바꿔야 하는데 ㅠㅠ
(Makanan untuk Penderita Diabetes) Apakah Anda makan terlalu cepat? Anda akan terkena diabetes.
Apakah Anda makan terlalu cepat? Anda akan terkena diabetes.
Mengatur kebiasaan makan sangat penting untuk mengontrol kadar gula darah. Penelitian menunjukkan bahwa kecepatan makan sama pentingnya dengan jenis dan jumlah makanan yang Anda konsumsi.
Ringkasan Dua Baris dari Surat Diabetes Hari Ini
1. Semakin cepat Anda makan, semakin cepat kadar gula darah Anda meningkat.
2. Nikmati hidangan Anda perlahan dan santai.
Semakin cepat Anda makan, semakin tinggi risiko terkena diabetes.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan terlalu cepat meningkatkan risiko diabetes. Sebuah studi oleh para peneliti di Rumah Sakit Pusat Miyoshi di Jepang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association. Mereka meneliti hubungan antara kecepatan makan dan perkembangan diabetes pada 1.083 orang dewasa dengan usia rata-rata 51,2 tahun. Pertama, para peserta mengisi kuesioner yang berisi pertanyaan tentang kebiasaan makan dan aktivitas fisik mereka. Para peneliti kemudian membagi peserta ke dalam kelompok makan lambat, sedang, dan cepat dan mengikuti mereka selama lima tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa kejadian diabetes pada kelompok makan lambat, sedang, dan cepat masing-masing adalah 2,3%, 6,5%, dan 11,6%.
Sebuah tim peneliti di Universitas Kedokteran Fukuoka di Jepang menganalisis kecepatan makan 4.835 orang dewasa tanpa diabetes, dan menemukan bahwa kelompok yang makan dengan cepat memiliki kejadian diabetes 2,1 kali lebih tinggi daripada kelompok yang makan perlahan.
Menyebabkan lonjakan gula darah
Bagaimana kecepatan makan memengaruhi kadar gula darah? Ketika Anda makan dengan cepat, nutrisi diserap dengan cepat, yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang cepat. Ini disebut "lonjakan gula darah." Kemudian, ketika kadar gula darah tiba-tiba turun, Anda merasa lapar, yang meningkatkan risiko obesitas. Hormon yang menimbulkan rasa kenyang hanya memberi sinyal ke otak sekitar 20 menit setelah makan. Jika Anda menyelesaikan makan sebelum merasa kenyang, Anda mungkin akan tergoda untuk mengonsumsi makanan lain setelahnya. Kebiasaan makan cepat menyebabkan obesitas, dan obesitas menyebabkan diabetes.
Bahkan bagi mereka yang sudah didiagnosis menderita diabetes, kecepatan makan sangat penting. Profesor Yang Yeo-ri dari Departemen Endokrinologi di Rumah Sakit Seoul St. Mary menyatakan, "Tidak seperti orang sehat, pasien diabetes memiliki kemampuan yang berkurang untuk mensekresikan insulin." Ia menambahkan, "Lonjakan gula darah yang sering terjadi akibat makan cepat meningkatkan risiko komplikasi diabetes." Makan cepat meningkatkan kadar gula darah setelah makan, yang pada gilirannya meningkatkan kadar gula darah rata-rata harian, meningkatkan variabilitas gula darah, dan meningkatkan kadar hemoglobin terglikasi.
Anda sebaiknya makan dengan santai dan teratur.
Tentu saja, kunyah makanan Anda dengan saksama dan makan perlahan selama 20 hingga 30 menit. Profesor Myeong Seung-kwon dari Departemen Kedokteran Keluarga di Pusat Kanker Nasional mengatakan, "Mengunyah makanan lebih lama akan memperpanjang waktu makan dan membantu Anda merasa lebih kenyang. Kunyah setiap suapan setidaknya 30 kali dan cobalah makan selambat mungkin."
Strategi lain adalah mengonsumsi makanan yang secara perlahan meningkatkan kadar gula darah di awal makan. Profesor Yang Yeo-ri menjelaskan, "Orang Korea cenderung makan nasi terlebih dahulu saat makan," menambahkan, "Hal ini menyebabkan karbohidrat masuk ke sistem pencernaan terlebih dahulu, sehingga dengan cepat meningkatkan kadar gula darah." Untuk mengontrol gula darah, sebaiknya makan protein (lemak) → serat makanan → karbohidrat dalam urutan tersebut. Anda juga harus menghindari kebiasaan mencampur nasi dengan air atau sup.
Berikut beberapa tips diet untuk menjaga kadar gula darah tetap sehat! 1) Pertahankan rasio 4:3:3 antara karbohidrat, protein, dan lemak. 2) Gunakan mangkuk kecil untuk mengontrol ukuran porsi. 3) Kunyah makanan Anda setidaknya 30 kali dan makan perlahan. 4) Berjalan kaki selama 20-30 menit satu jam setelah makan.
==============
Sekalipun Anda tidak menderita diabetes, Anda tetap harus mengunyah makanan Anda secara perlahan dan menyeluruh.
Ini juga baik untuk pencernaan.
Saya makan perlahan di rumah, tetapi makan cepat di tempat kerja.
Tips lainnya adalah mengontrol asupan karbohidrat Anda dengan mengonsumsi semangkuk kecil nasi terlebih dahulu.